| Informasi pribadi | |||
|---|---|---|---|
| Nama lengkap | Kevin-Prince Boateng | ||
| Tanggal lahir | 6 Maret 1987 | ||
| Tempat lahir | Berlin-Wedding, Berlin Barat, Jerman Barat | ||
| Tinggi | 1.84 m (6 ft 0 in) | ||
| Posisi bermain | Central midfielder | ||
| Informasi klub | |||
| Klub saat ini | Milan | ||
| Nomor | 27 | ||
| Karier junior | |||
| 1994 1994–2005 | Reinickendorfer Füchse Hertha BSC | ||
| Karier senior* | |||
| Tahun | Tim | Tampil (Gol) | |
| 2004–2007 2005–2007 2007–2009 2009 2009–2010 2010 2010- | Hertha BSC II Hertha BSC Tottenham Hotspur → Borussia Dortmund (pinjaman) Portsmouth Genoa Milan | 29 (5) 43 (4) 14 (0) 10 (0) 22 (3) 0 (0) 1 (0) | |
| Tim nasional‡ | |||
| 2001–2002 2002–2003 2003–2004 2004–2005 2005–2006 2006–2007 2010– | Jerman U15 Jerman U16 Jerman U17 Jerman U19 Jerman U20 Jerman U21 Ghana | 4 (1) 10 (3) 10 (1) 9 (4) 2 (0) 6 (0) 5 (1) | |
Rabu, 28 Maret 2012
Kevin-Prince Boateng
Pirates of the Caribbean: At World's End
Pirates of the Caribbean: At World's End adalah bagian ketiga dari trilogi Pirates of the Caribbean. At World's End disutradarai oleh Gore Verbinski, yang juga menjadi sutradara di dua film sebelumnya. Pemain-pemain yang muncul antara lain Johnny Depp, Keira Knightley, Orlando Bloom, Bill Nighy, Geoffrey Rush, dan Jack Davenport. Selain pemain-pemain tersebut, bermain juga Chow Yun-Fat yang berperan sebagai Sao Feng, musuh baru di trilogi ini. Rencananya, film ini akan dirilis pada tanggal 25 Mei 2007. Rilis film keempatnya sendiri belum diumumkan sampai saat ini.
CERITA
Dalam akhir cerita Dead Man's Chest, Will Turner, Elizabeth Swann, dan kru kapal Black Pearl yang tersisa mendapat bantuan dari Tia Dalma, yang kemudian menawarkan mereka kesempatan untuk menyelamatkan Kapten Jack Sparrow dari dasar laut (di cerita sebelumnya, Jack tertangkap Kraken dan dibawa ke kuburan laut). Namun perjalanan mereka, menurut Tia, akan sangat menyulitkan tanpa seorang kapten yang mengetahui keadaan laut di ujung dunia (World's End). Tia pun akhirnya memperkenalkan Kapten Barbossa, seorang kru Black Pearl yang memberontak dan mengangkat dirinya sebagai kapten di film pertama. Will dan Elizabeth terkejut karena selama ini mereka menyangka bahwa kapten Barbossa telah tewas di tangan Jack Sparrow. Tia Dalma, yang berhasil menghidupkan kembali Barbossa setelah ia dibunuh di film pertama, menolong mereka menyelamatkan Sparrow. Mereka kemudian membentuk tim untuk menyelamatkan Kapten Jack Sparrow (dan kemudian Bootstrap Bill Turner) dan mengalahkan aliansi antara Davy Jones, Cutler Beckett, dan Admiral James Norrington. Diceritakan Jack Sparrow bersikap bermusuhan terhadap Barbossa meskipun mereka telah bersekutu. Seperti dikutip dari sutradara Gore Verbinski, "Piracy itself is at stake. It's like the railroad coming to the West. There will be a conference of the world's pirate leaders and a treacherous journey to the literal 'worlds end'."
PEMAIN
CERITA
Dalam akhir cerita Dead Man's Chest, Will Turner, Elizabeth Swann, dan kru kapal Black Pearl yang tersisa mendapat bantuan dari Tia Dalma, yang kemudian menawarkan mereka kesempatan untuk menyelamatkan Kapten Jack Sparrow dari dasar laut (di cerita sebelumnya, Jack tertangkap Kraken dan dibawa ke kuburan laut). Namun perjalanan mereka, menurut Tia, akan sangat menyulitkan tanpa seorang kapten yang mengetahui keadaan laut di ujung dunia (World's End). Tia pun akhirnya memperkenalkan Kapten Barbossa, seorang kru Black Pearl yang memberontak dan mengangkat dirinya sebagai kapten di film pertama. Will dan Elizabeth terkejut karena selama ini mereka menyangka bahwa kapten Barbossa telah tewas di tangan Jack Sparrow. Tia Dalma, yang berhasil menghidupkan kembali Barbossa setelah ia dibunuh di film pertama, menolong mereka menyelamatkan Sparrow. Mereka kemudian membentuk tim untuk menyelamatkan Kapten Jack Sparrow (dan kemudian Bootstrap Bill Turner) dan mengalahkan aliansi antara Davy Jones, Cutler Beckett, dan Admiral James Norrington. Diceritakan Jack Sparrow bersikap bermusuhan terhadap Barbossa meskipun mereka telah bersekutu. Seperti dikutip dari sutradara Gore Verbinski, "Piracy itself is at stake. It's like the railroad coming to the West. There will be a conference of the world's pirate leaders and a treacherous journey to the literal 'worlds end'."
PEMAIN
- Johnny Depp Sebagai Kapten Jack Sparrow: Setelah berhasil diselamatkan dari cengkraman Kraken.
- Orlando Bloom Sebagai Will Turner: Pandaibesi yang kemudian menjadi bajak laut.
- Keira Knightley Sebagai Elizabeth Swann: Anak dari seorang gubernur, bertunangan dengan Will.
- Geoffrey Rush Sebagai Kapten Barbossa: Meskipun telah terbunuh pada film pertamanya, Barbossa muncul kembali dan membantu menyelamatkan Jack Sparrow.
- Bill Nighy Sebagai Kapten Davy Jones: Iblis yang menjadi kapten kapal Flying Dutchman. Sparrow berhutang nyawa kepadanya. Saat ini berada dalam kekuasaan Lord Cutler Beckett.
- Stellan Skarsgård Sebagai "Bootstrap Bill" Turner: Ayah Will, dikutuk untuk melayani Flying Dutchman dan menjadi kru abadi.
- Jack Davenport Sebagai Admiral James Norrington: Dia bekerja untuk Lord Beckett.
- Tom Hollander Sebagai Lord Cutler Beckett: Pemimpin East India Trading Company dan kini memiliki jantung Davy Jones dan menguasainya, dan secara tidak langsung juga menguasai lautan.
- Kevin McNally Sebagai Joshamee Gibbs: Teman Kapten Jack Sparrow.
- Naomie Harris Sebagai Tia Dalma: Dewi laut Calypso yang terperangkap dalam bentuk manusia.
- Chow Yun-Fat Sebagai Sao Feng: Bajak laut Lord of Singapore. Anggota dari the Brethren.
- Mackenzie Crook Sebagai Ragetti: Kru Jack Sparrow yang memiliki mata yang terbuat dari kayu.
- Lee Arenberg Sebagai Pintel: Teman akrab Ragetti dan juga salah seorang kru kapal Black Pearl.
- Jonathan Pryce Sebagai Governor Weatherby Swann: Ayah Elizabeth yang dipaksa mengabdi kepada Lord Beckett.
- Keith Richards Sebagai Teague Sparrow: Ayah Jack.
- Dominic Scott Kay perannya belum dikonfirmasikan.
Pirates of the Caribbean: Dead Man's Chest
Pirates of the Caribbean: Dead Man's Chest adalah sebuah film petualangan yang diluncurkan pada tahun 2006 dan merupakan seri kedua dari trilogi Pirates of the Caribbean. Film ini disutradarai oleh Gore Verbinski dan diproduseri oleh Jerry Bruckheimer.
Johnny Depp, Orlando Bloom dan Keira Knightley kembali berperan sebagai Captain Jack Sparrow, Will Turner dan Elizabeth Swann. Tokoh lain yang muncul kembali adalah Komodor James Norrington yang diperankan oleh Jack Davenport dan tokoh Gubernur Weatherby Swann yang diperankan oleh Jonathan Pryce. Tampil sebagai pemain Bill Nighy yang berperan sebagai tokoh antagonis Davy Jones dan Stellan Skarsgård memerankan tokoh "Bootstrap Bill" Turner, ayah Will Turner.
Film ini diluncurkan pertama kali di Australia dan Inggris pada tanggal 6 Juli 2006, mengikuti kemudian di Amerika Serikat dan Kanada pada tanggal 7 Juli 2006. Pada bulan November 2006, film ini telah berhasil meraup keuntungan sebesar $423,000,000 di Amerika Serikat dan kanada serta menjadi film ketiga di dunia yang berhasil meraup keuntungan sebesar $1,000,000,000. Pirates of the Caribbean: At World's End dijadwalkan akan meneruskan film ini pada tanggal 25 Mei 2007.
CERITA
Pernikahan Elizabeth Swann (Keira Knightley) dan Will Turner (Orlando Bloom) terganggu oleh kehadiran Lord Cutler Beckett (Tom Hollander) dari East India Trading Company. Beckett mengancam akan mengeksekusi mereka dan mantan-komodor James Norrington (Jack Davenport) karena telah membantu Jack Sparrow melarikan diri. Beckett menjanjikan pengampunan jika Will bisa menangkap Jack Sparrow dan mengambil kompasnya dan sebelum hal itu dilakukan, Elizabeth akan tetap di tahan, Will pun menyetujuinya. Setelah melalui perjalanan panjang, Will berhasil menemukan kapal Black Pearl terdampar di kepulauan Pelegosto, sebuah kepulauan yang dihuni suku kanibal dimana Jack dan kru kapalnya ditangkap. Jack awalnya berniat bersembunyi di sana setelah didatangi oleh "Bootstrap Bill" Turner, ayah Will yang sekarang diperbudak di kapal Flying Dutchman, sebelum akhirnya dia ditangkap suku kanibal tersebut. Bootstrap "mengantarkan" Black Spot, sebagai tanda bahwa inilah saatnya Jack membayar utangnya. Tiga belas tahun sebelumnya, Davy Jones, tuan dari Bootstrap, "menghidupkan" kembali kapal Black Pearl dan menjadikan Jack sebagai kapten. Sebagai gantinya, Jack harus mengabdikan dirinya di atas kapal Flying Dutchman selama 100 tahun atau dirinya akan ditelan Kraken, sang monster laut.
Will, Jack dan kru kapal berhasil melarikan diri dari Pelegosto, dan secara tak sengaja bertemu dengan Pintel and Ragetti, mantan kru kapal Black Pearl yang kemudian mereka rekut sebagai kru. Jack menunjukan sebuah gambar kunci yang ia janjikan akan membawa kekayaan dan kemahsyuran. Ia dapat menemukan kunci itu dengan bantuan sebuah kompas, namun sayangnya, ditangannya, kompas itu tidak dapat memberikan petunjuk apa-apa; jarum jamnya hanya berputar-putar tak tentu arah. Jack akhirnya menyetujui untuk memberikan kompas itu kepada Will jika Will mau membantu mendapatkan kunci itu. Mereka juga meminta bantuan kepada Tia Dalma (Naomie Harris), seorang dukun wanita. Dari Tia, Jack mengetahui bahwa kompas tersebut selalu menunjuk kepada apa yang paling diinginkan oleh orang yang memegangnya. Kompas itu tidak berfungsi ditangan Jack karena Jack tidak tahu apa yang sebenarnya ia kejar. Kunci itu, kata Tia, akan membuka Dead Man's Chest, sebuah peti yang berisi jantung Davy Jones. Siapapun yang memiliki jantung itu, akan menguasai lautan. Setelah kembali ke laut, Davy Jones berhasil menemukan mereka. Sparrow tiba-tiba mengajukan usul untuk memberikan Will sebagai ganti atas jiwanya. Tetapi Jones meminta lebih, ia meminta 100 nyawa untuk ditukarkan dengan nyawa Jack dengan tetap mengambil Will sebagai "uang muka."
Sementara itu, Gubernur Weatherby Swann berhasil membebaskan Elizabeth. Elizabeth pun datang menemui Beckett, ia memaksanya untuk mengesahkan surat marque (Letter of Marque)— sebuah dokumen yang diperuntukan untuk menjadikan Sparrow sebagai Privateer, tetapi yang terjadi sebenarnya adalah dia ingin mendapatkan izin untuk berlayar mencari Will. Ia pun pergi ke Tortuga untuk mencari Will, tetapi ia malah menemukan Jack dan Gibbs di sana, sedang merekrut kru-kru baru. "Kru" itu sebenarnya tidak akan dijadikan kru kapal mereka, melainkan sebagai kru Davy Jones (ingat, Davy menugaskan Jack untuk mencari 100 nyawa), karenanya mereka mencari orang-orang yang sudah patah semangat dan tidak memiliki keinginan untuk hidup, dan salah satu di antara mereka adalah mantan-komodor James Norrington yang karirnya hancur akibat ulah Jack. Jack kemudian berhasil meyakinkan Elizabeth bahwa ia akan menemui Will jika Elizabeth membantunya mendapatkan peti Davy. Dengan menggunakan kompas Jack, ia mendapatkan petunjuk. Mereka kemudian berlayar menuju Isla Cruces tanpa menyadari bahwa Davy Jones juga sedang berlayar ke sana. Dalam suatu adegan, muncul sebuah "petunjuk" bahwa Elizabeth sebenarnya menyukai Jack, hal ini ditunjukkan ketika kompas dipegang oleh Elizabeth, maka jarumnya akan mengarah ke Jack. Padahal saat Jack melihat kompas itu, jarumnya mengarah pada Elizabeth karena Elizabeth duduk tepat di atas peti Davy. Di Isla Cruces, Jack, Norrington, dan Elizabeth berhasil menemukan peti itu. Will, yang berhasil melarikan diri dari kapal Dutchman dengan bantuan ayahnya, Bootstrap Bill, datang kepulau membawa kunci peti yang berhasil ia rebut dari Davy. Will ingin menusuk jantung itu untuk membunuh Davy Jones sehingga ia bisa membebaskan ayahnya sementara Jack menginginkannya tetap berdetak sehingga ia bisa menguasai Davy Jones (dan secara tidak langsung menguasai lautan), Norrington pun menginginkan jantung itu dengan tujuan untuk mendapatkan kembali kehormatannya sebagai komodor; mereka pun berduel. Tapi duel mereka terganggu oleh kedatangan Dutchman, Norrington berhasil mencuri jantung dan Letter of Marque kemuduian lari dengan meninggalkan peti yang kosong. Kru Davy Jones kemudian membawa peti itu, tanpa menyadari bahwa peti itu sebenarnya kosong.
Duthcman berusaha mengejar Black Pearl, kapal Jack, tapi gagal mendapatkannya. Sebagai gantinya, Jones memanggil Kraken. Entah karena strategi atau memang ia adalah seorang pengecut, Jack meninggalkan kapal dengan perahu cadangan, tetapi akhirnya ia kembali untuk menyelamatkan krunya. Ia kemudian memerintahkan untuk meninggalkan kapal sebelum Kraken menenggelamkannya. Menyadari bahwa Kraken itu sebenarnya hanya mengincar nyawa Sparrow, Elizabeth menjebak Jack dan memborgolnya di atas perahu. Kemudian Elizabeth membohongi kru kapal dengan mengatakan bahwa Jack tidak ingin meninggalkan Black Pearl dan ingin mati bersamanya. Jack berhasil meloloskan diri namun terlambat, Kraken muncul beberapa meter dibelakangnya. Jack bersama kapalnya kemudian ditarik tenggelam ke dasar laut. Davy Jones mengatakan bahwa utang sudah dilunasi, tetapi begitu ia menemukan bahwa peti miliknya kosong, ia marah dan mencari pencurinya. Semetara itu, Norrington menghadiahkan jantung tersebut kepada Beckett, dan sebagai gantinya, Beckett mengembalikan jabatan dan kehormatan Norrington sebagai komodor; kini Beckett menguasai lautan. Sisa-sisa kru Black Pearl bersama Will dan Elizabeth mengunjungi Tia Dalma. Setelah menceritakan kejadian sebelumnya, Tia menanyakan apakah mereka rela berpetualang ke ujung dunia (World's End) untuk membawa kembali Jack dan kapalnya. Semua menyetujuinya, kemudian Tia berkata bahwa mereka membutuhkan kapten yang mengetahui daerah itu. Sangat mengejutkan, kapten Black Pearl sebelumnya, Captain Barbossa (Geoffrey Rush)-lah yang datang dan ditunjuk sebagai kapten mereka
Setelah kredit selesai, ada sebuah tayangan selingan yang memperlihatkan apa yang terjadi dengan anjing yang ditinggalkan di pulau kanibal. Ternyata mereka menjadikannya sebagai pemimpin suku yang baru, menggantikan Jack
Johnny Depp, Orlando Bloom dan Keira Knightley kembali berperan sebagai Captain Jack Sparrow, Will Turner dan Elizabeth Swann. Tokoh lain yang muncul kembali adalah Komodor James Norrington yang diperankan oleh Jack Davenport dan tokoh Gubernur Weatherby Swann yang diperankan oleh Jonathan Pryce. Tampil sebagai pemain Bill Nighy yang berperan sebagai tokoh antagonis Davy Jones dan Stellan Skarsgård memerankan tokoh "Bootstrap Bill" Turner, ayah Will Turner.
Film ini diluncurkan pertama kali di Australia dan Inggris pada tanggal 6 Juli 2006, mengikuti kemudian di Amerika Serikat dan Kanada pada tanggal 7 Juli 2006. Pada bulan November 2006, film ini telah berhasil meraup keuntungan sebesar $423,000,000 di Amerika Serikat dan kanada serta menjadi film ketiga di dunia yang berhasil meraup keuntungan sebesar $1,000,000,000. Pirates of the Caribbean: At World's End dijadwalkan akan meneruskan film ini pada tanggal 25 Mei 2007.
CERITA
Pernikahan Elizabeth Swann (Keira Knightley) dan Will Turner (Orlando Bloom) terganggu oleh kehadiran Lord Cutler Beckett (Tom Hollander) dari East India Trading Company. Beckett mengancam akan mengeksekusi mereka dan mantan-komodor James Norrington (Jack Davenport) karena telah membantu Jack Sparrow melarikan diri. Beckett menjanjikan pengampunan jika Will bisa menangkap Jack Sparrow dan mengambil kompasnya dan sebelum hal itu dilakukan, Elizabeth akan tetap di tahan, Will pun menyetujuinya. Setelah melalui perjalanan panjang, Will berhasil menemukan kapal Black Pearl terdampar di kepulauan Pelegosto, sebuah kepulauan yang dihuni suku kanibal dimana Jack dan kru kapalnya ditangkap. Jack awalnya berniat bersembunyi di sana setelah didatangi oleh "Bootstrap Bill" Turner, ayah Will yang sekarang diperbudak di kapal Flying Dutchman, sebelum akhirnya dia ditangkap suku kanibal tersebut. Bootstrap "mengantarkan" Black Spot, sebagai tanda bahwa inilah saatnya Jack membayar utangnya. Tiga belas tahun sebelumnya, Davy Jones, tuan dari Bootstrap, "menghidupkan" kembali kapal Black Pearl dan menjadikan Jack sebagai kapten. Sebagai gantinya, Jack harus mengabdikan dirinya di atas kapal Flying Dutchman selama 100 tahun atau dirinya akan ditelan Kraken, sang monster laut.
Will, Jack dan kru kapal berhasil melarikan diri dari Pelegosto, dan secara tak sengaja bertemu dengan Pintel and Ragetti, mantan kru kapal Black Pearl yang kemudian mereka rekut sebagai kru. Jack menunjukan sebuah gambar kunci yang ia janjikan akan membawa kekayaan dan kemahsyuran. Ia dapat menemukan kunci itu dengan bantuan sebuah kompas, namun sayangnya, ditangannya, kompas itu tidak dapat memberikan petunjuk apa-apa; jarum jamnya hanya berputar-putar tak tentu arah. Jack akhirnya menyetujui untuk memberikan kompas itu kepada Will jika Will mau membantu mendapatkan kunci itu. Mereka juga meminta bantuan kepada Tia Dalma (Naomie Harris), seorang dukun wanita. Dari Tia, Jack mengetahui bahwa kompas tersebut selalu menunjuk kepada apa yang paling diinginkan oleh orang yang memegangnya. Kompas itu tidak berfungsi ditangan Jack karena Jack tidak tahu apa yang sebenarnya ia kejar. Kunci itu, kata Tia, akan membuka Dead Man's Chest, sebuah peti yang berisi jantung Davy Jones. Siapapun yang memiliki jantung itu, akan menguasai lautan. Setelah kembali ke laut, Davy Jones berhasil menemukan mereka. Sparrow tiba-tiba mengajukan usul untuk memberikan Will sebagai ganti atas jiwanya. Tetapi Jones meminta lebih, ia meminta 100 nyawa untuk ditukarkan dengan nyawa Jack dengan tetap mengambil Will sebagai "uang muka."
Sementara itu, Gubernur Weatherby Swann berhasil membebaskan Elizabeth. Elizabeth pun datang menemui Beckett, ia memaksanya untuk mengesahkan surat marque (Letter of Marque)— sebuah dokumen yang diperuntukan untuk menjadikan Sparrow sebagai Privateer, tetapi yang terjadi sebenarnya adalah dia ingin mendapatkan izin untuk berlayar mencari Will. Ia pun pergi ke Tortuga untuk mencari Will, tetapi ia malah menemukan Jack dan Gibbs di sana, sedang merekrut kru-kru baru. "Kru" itu sebenarnya tidak akan dijadikan kru kapal mereka, melainkan sebagai kru Davy Jones (ingat, Davy menugaskan Jack untuk mencari 100 nyawa), karenanya mereka mencari orang-orang yang sudah patah semangat dan tidak memiliki keinginan untuk hidup, dan salah satu di antara mereka adalah mantan-komodor James Norrington yang karirnya hancur akibat ulah Jack. Jack kemudian berhasil meyakinkan Elizabeth bahwa ia akan menemui Will jika Elizabeth membantunya mendapatkan peti Davy. Dengan menggunakan kompas Jack, ia mendapatkan petunjuk. Mereka kemudian berlayar menuju Isla Cruces tanpa menyadari bahwa Davy Jones juga sedang berlayar ke sana. Dalam suatu adegan, muncul sebuah "petunjuk" bahwa Elizabeth sebenarnya menyukai Jack, hal ini ditunjukkan ketika kompas dipegang oleh Elizabeth, maka jarumnya akan mengarah ke Jack. Padahal saat Jack melihat kompas itu, jarumnya mengarah pada Elizabeth karena Elizabeth duduk tepat di atas peti Davy. Di Isla Cruces, Jack, Norrington, dan Elizabeth berhasil menemukan peti itu. Will, yang berhasil melarikan diri dari kapal Dutchman dengan bantuan ayahnya, Bootstrap Bill, datang kepulau membawa kunci peti yang berhasil ia rebut dari Davy. Will ingin menusuk jantung itu untuk membunuh Davy Jones sehingga ia bisa membebaskan ayahnya sementara Jack menginginkannya tetap berdetak sehingga ia bisa menguasai Davy Jones (dan secara tidak langsung menguasai lautan), Norrington pun menginginkan jantung itu dengan tujuan untuk mendapatkan kembali kehormatannya sebagai komodor; mereka pun berduel. Tapi duel mereka terganggu oleh kedatangan Dutchman, Norrington berhasil mencuri jantung dan Letter of Marque kemuduian lari dengan meninggalkan peti yang kosong. Kru Davy Jones kemudian membawa peti itu, tanpa menyadari bahwa peti itu sebenarnya kosong.
Duthcman berusaha mengejar Black Pearl, kapal Jack, tapi gagal mendapatkannya. Sebagai gantinya, Jones memanggil Kraken. Entah karena strategi atau memang ia adalah seorang pengecut, Jack meninggalkan kapal dengan perahu cadangan, tetapi akhirnya ia kembali untuk menyelamatkan krunya. Ia kemudian memerintahkan untuk meninggalkan kapal sebelum Kraken menenggelamkannya. Menyadari bahwa Kraken itu sebenarnya hanya mengincar nyawa Sparrow, Elizabeth menjebak Jack dan memborgolnya di atas perahu. Kemudian Elizabeth membohongi kru kapal dengan mengatakan bahwa Jack tidak ingin meninggalkan Black Pearl dan ingin mati bersamanya. Jack berhasil meloloskan diri namun terlambat, Kraken muncul beberapa meter dibelakangnya. Jack bersama kapalnya kemudian ditarik tenggelam ke dasar laut. Davy Jones mengatakan bahwa utang sudah dilunasi, tetapi begitu ia menemukan bahwa peti miliknya kosong, ia marah dan mencari pencurinya. Semetara itu, Norrington menghadiahkan jantung tersebut kepada Beckett, dan sebagai gantinya, Beckett mengembalikan jabatan dan kehormatan Norrington sebagai komodor; kini Beckett menguasai lautan. Sisa-sisa kru Black Pearl bersama Will dan Elizabeth mengunjungi Tia Dalma. Setelah menceritakan kejadian sebelumnya, Tia menanyakan apakah mereka rela berpetualang ke ujung dunia (World's End) untuk membawa kembali Jack dan kapalnya. Semua menyetujuinya, kemudian Tia berkata bahwa mereka membutuhkan kapten yang mengetahui daerah itu. Sangat mengejutkan, kapten Black Pearl sebelumnya, Captain Barbossa (Geoffrey Rush)-lah yang datang dan ditunjuk sebagai kapten mereka
Setelah kredit selesai, ada sebuah tayangan selingan yang memperlihatkan apa yang terjadi dengan anjing yang ditinggalkan di pulau kanibal. Ternyata mereka menjadikannya sebagai pemimpin suku yang baru, menggantikan Jack
Minggu, 25 Maret 2012
Sejarah Gelumbang
GELUMBANG adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, Indonesia. Kecamatan Gelumbang ber Ibukota di kelurahan Gelumbang, dapat dicapai dengan kendaraan umum lebih kurang 45 menit hingga satu jam ke arah selatan dari terminal Karya Jaya Palembang. atau sekitar 30 menit ke arah utara dari kota Prabumulih.
SEJARAH
Belida merupakan suku asli penduduk di kecamatan ini dan 98% penduduk aslinya beragama Islam. Masjid dapat ditemukan di setiap Desa, dan Langgar (Mushola) tersebar hingga ke pelosok kampung.
Wilayah asli kecamatan Gelumbang sudah berapa kali mengalami penyusutan seiring dengan pemekaran wilayah kecamatan Gelumbang menjadi beberapa perwakilan kecamatan untuk kemudian menjadi kecamatan mandiri terpisah dari kecamatan Gelumbang.
Salah satu Desa di Kecamatan Gelumbang adalah desa Karang Endah, yang menjadi markas Batalyon Kavaleri 5 Serbu TNI Angkatan Darat.
SEJARAH
Nama Gelumbang yang merupakan nama sebuah desa di Kabupaten Muara Enim, berada sekitar 70 km sebelah selatan dari kota Palembang. Penduduknya bermata pencaharian sebagian besar sebagai petani , pedagang dan penangkap ikan.
Bercerita tentang leluhurnya, masyarakat Gelumbang semula berasal dari masyarakat pendatang yang bertujuan untuk mengungsi atau mengembara menelusuri sungai, ketika itu hubungan darat masih sulit untuk menembus daerah baru, jadi mereka memanfaatkan jalur sungai yang mudah karena memang sudah tersedia.sungai yang ditelusurin anak sungai Musi.
Sungai Musi yang panjang itu mereka telusuri kehulu dan setelah tiba di salah satu anak sungai yang memiliki air jernih dengan kedalaman tak kurang dari 7M, mereka terus menelusuri sungai tersebut (Sungai Belida) banyak ikan dan tepian asri sehingga tak terasa telah jauh ke hulu anak sungai tersebut.
Konon masa Kerajaan Majapahit dusun Gelumbang belum ada masih merupakan hutan belantaran tepat di hulu anak sungai itu dengan leber sekitar 70 M dan dalamnya 7 M. sang pengembara yang menggunakan perahu Jukung, berlabu salah satu pesisir sungai yang ketika itu belum tau apa nama daerah itu. Dengan memanfaatkan sebuah tongak yang bernama Satang Bambu Manyan, setelah seorang penumpangnya menamcapkan Satang Bambu Manyan tersebut ke tepian tanah. Kemudian perahu ditambatkan pada bambu tersebut.
Adapun perahu Jukung tersebut kiranya membawa serta seseorang bangsawan yang bernama Raden Kuning beserta pengawalnya. Mereka menetap beberapa lama disana. Singkat kata beberapa purnama kemudian,Raden Kuning serta beberapa hari selanjutnya Raden Kuning juga meninggal dunia dikarenakan penyakit yang sama dan dikebumikan di daerah itu juga. Kini daerah itu dikenal dengan Keramat Talang Manyan. Selanjutnya berapa pengawal kembali menuju kehilir dengan membawa kabar meninggalnya Raden Kuning dan daerah yang makmur serta daerah yang asti tadi.
Kabar daerah yang asri dengan tanah yang subur serta memiliki sungai yang berisikan berbagai ikan tersiar sudah. Pada tahun 1452,tepatnya tanggal 3 juli 1452,hari minggu datanglah sepasang suami istri beserta para kerabatnya tiba di sebelah hulu Talang Kerabat Manyan.
Rombongan ini diketahui oleh seseorang bangsawan bernama Raden Wihardjo (Mardin) dan istrinya bernama Huminah menetap disana, yang kini bernama daerah Pengkalan Kuta.daerah yang subur itu lambat laun ramai dan menjadi tempat bercocok tanam yang menjadi daerah pasokan sayur mayur dan ikan untuk di daerah sebelah hilir. Dari beberapa pondok dan rumah dan kian lama kemudian menjadi ramai karena perkawinan dan keturunan berkembang.
Suatu ketika Mardin dan istrinya Huminah bersama beberapa kerabat dusun bermufakat untuk mambuat perkampungan yang lebih luas. Daerah yang mereka tempati, ketika itu sudah mulai sesak. Hasil mufakat untuk membangun dusun di daerah darat lagi, namun karena daerah yang dituju ada di sembarang sungai diputuskan untuk membuat perahu besar.
Perahu dibuat satu khususnya untuk keperluan Raden Wihardjo beserta keluarganya dan beberapa perahu kecil yang dibuat dari balok kayu.kayu yang diperlukan adalah kayu Tenan berdiameter tidak kurang dari 1 M dan panjang 7 Depa.
Berkat kegigihan dan gotong royong mereka bekerja sama, akhirnya jadilah sebuah dusun dan memiliki tempat untuk menjual hasil buminya maupun karya lainnya berkat kepemimpinan Mardin dusun itu menjadi nama Gelumai, dan tempat mereka semula diberi nama Pangkalan Kuta.Dusun baru itu kian lama kemudian terkenal namanya dan ramai dikunjungi pedagang. Terbukti dengan silih berganti datangnya masyarakat dari beberapa tempat untuk menetap di dusun Gelumai. Pedagang dari Kayu Agung dengan menggunakan perahu Kajang datang kesan berdagang alat rumah tangga terbuat dari tanah liat. keran, periuk, kendi,dan lain-lain. Pedagang dari Palembang banyak membawa garam, tembakau, dan alat berburu lainnya. Kegiatan berikut berlangsung sacara barter barang maupun menggunakan alat tukar lainnya seperti kulit dan daging hewan buruan ke dusun Gelumai.
Dari perkawnanistri Raden Wihardjo (Huminah) melahirkan seorang anak laki-laki bernama Raden Djakso Wihardjo hingga dusun selesai di bangun Raden Djakso Wihadjo sering sakit-sakitan hingga ia berangjak usia remaja.
Sahdan cerita dari keadaan Raden Djakso maka atas nasihat dan petuah masyarakat nama Raden Djakso Wihardjo dinyatakan tidak sepadang dengan raga putra tunggal Raden Wihardjo. Lalu diubahlah nama tersebut dengan nama yang diyakini akan tuah baginya, yaitu Raden Kemas Perdede.
Pemudah gagah yang menjadi idaman para perawan di masa cerita itu serta harapan bagi desa Gelumai,kiranya yang maha kuasa berkehendak lain, Raden Kemas Padede harus menjadi anak yatim.hal ini karena ayah terkasih raden wihardjo meninggal dunia konon katanya Raden wihardjo I tepi sungai dimana mereka bermukim pertama kali.
Berlangsung beberapa purnama kemudian ibu tercinta Huminah meninggal dunia dan dimamkamkan disisi makam Raden Wiharjo. Disuatu pertengahan tahun,tepatnya 3 purnama setelah kepergian orang tuanya Raden Kemas Pardede terbetik inginnya yang amat sangat akan kerinduhan pada kedua orang tuanya. Bukan tanpa alasan mengapa ia ingin kesana?. Tak lain karena dia mendapat firasat buruk akan keadaan makam orang tuanya. Setelah mendapat restu dari pemuka adat masyarakat di sana, bertolak ia kesebrang untuk berziarah yang dilepas para pengawas dusun. Bergayung menuju seberang.
Ditengah perjalanan tiba-tiba turun hujan yang sangat deras disertai angin kencang dan suara guntur bergemuruh yang diawali kilat maupun petir.
Raden Kemas Wihardjo pantang surut akan niatnya.kekhawatiran akan makam orang tuanya ia kiat gigih mendayung mendayung sampan untuk melanjutkan perjalanan.
Hujan yang tak kunjung reda malah kian deras dan akhirnya air sungai meluap tinggi dalam waktu singkat. Banjir melanda dusun Gelumai.dan demikian halnya pangkalan kuta maupun kedua makam orang tuanya hilang ditelan banjir. Tampak dari kejauhan Raden Kemas Pardede menyaksikan makam orang tuanya disapu oleh arus gelombang besar yang tiba-tiba muncul dari sungai itu dengan sekuat tenaga Raden Kemas Padede berusaha melawan arus gelombang tersebut.
Perjuangan demi perjuangan untuk merengkuh dayung yang merenpa perahunya akibat gelombang yang bergulung-gulung itu, namun apa keyataannya sesampai disebrang Raden Kemas padede tak lagi menemukan makam orang tuanya. Tanah yang semula tempat makam itu telah menjadi rata akibat sapuan gelombang dasyat tadi,layaknya tak ada apa-apa disitu. Kejadian yang sangat dramatis dalam tempo singkat itu menjadi tanda Tanya besar bagi masyarakat ketika itu. Demikianlah Raden Kemas Padede hanya dapat pasrah dengan apa yang terjadi. Peristiwa itu menjadi buah bibir dan kenangan tersendiri bagi masyarakat Gelumai.sebelum wafat Raden Kemas Padede berwasiat kepada para pemuka adat saat itu, agar kelak nama kelumai diganti menjadi Gelumbang untuk mengenang hilangnya makam orang tuanya dan sekaligus tokoh berjasa akan dusun itu. Kata yang punya cerita konon makam Raden Kemas Padede terletak dibawah balai desa gelumbang saat ini dan makam Raden Wihardjo beserta istrinya Huminah terletak di belakang rumah mantan pesirah Gelumbang.
Jumat, 23 Maret 2012
Awal Permusuhan Aremania & Bonex
> 1996, ketika revolusi baru dunia supporter sepak bola di Indonesia diawali
dari AREMANIA dengan mengadakan tour ke kandang bajul ijo dipimpin oleh
Letkol Sutrisno (Dandim Malang) yang juga mantan pejabat dilingkungan Kodam
Brawijaya. Inti dari AREMANIA adalah menghapus citra bonek, dengan bertindak
santun, sportif, kreatif dan damai namun “tour maut” ke surabaya, di sana
tidak mendapat respon positif dari bonek bahkan dilawan, diejek, dihina,
diprovokasi, tapi AREMANIA mendapat acungan jempol dari Agung Gumelar,
Gubernur Jatim dan petinggi PSSI yang had irsaat pembukaan pertama partai
persebaya vs Arema di 10 November surabaya dengan hasil 0-0. Disini sejarah
mencatat, bahwa kandang bonek yang terkenal biadab, pertama kali disinggahi
oleh supporter era baru AREMANIA. Meskipun secara kuantitas AREMANIA kalah,
namun secara kualitas, secara politik AREMANIA telah memenangkan perang
melawan kejaliman, 10 Nov surabaya menjadi saksi.
> Karena AREMANIA ingin merubah citra Jawa Timur dari tindakan tidak terpuji
bonek, hanya dengan merevolusi citra supporter maka kebenaran dapat
ditegakkan bonek akan dapat dimusnahkan dari bumi Indonesia. Prinsip Arek
Malang, untuk menghancurkan kejaliman tanpa kekerasan ialah dilawan dengan
tindakan sportif, maka AREMANIA mendatangi jantung bonek di surabaya sebagai
pusatnya.
> Pada pertandingan berikutnya di Malang ada spanduk “AREMANIA BUKAN BONEK”
dihead line surat kabar SURYA, BHIRAWA, JAWA POS. Disini tingkat permusuhan
terjadi pada titik tertinggi karena bonek tidak bisa selamanya berkuasa,
sebab ada lawan yang tidak dapat ditundukan. Meskipun demikian AREMANIA
tetap dicap sebagai biang keladi tawuran oleh Jawa Pos karena tindakanya
mempertahankan diri dari ulah bonek. Saat itu hanya AREMANIA satu-satunya
yang berani melawan kebiadaban bonek, meskipun secara politik di Jawa Timur
tidak didukung oleh pers terutama Jawa Pos, namun karena tindakan AREMANIA
yang terus-menerus melawan citra negatif bonek akhirnya perlawanan ini
mendapat dukungan dari media masa nasional (Kompas, Tempo, Media Indonesia).
dari AREMANIA dengan mengadakan tour ke kandang bajul ijo dipimpin oleh
Letkol Sutrisno (Dandim Malang) yang juga mantan pejabat dilingkungan Kodam
Brawijaya. Inti dari AREMANIA adalah menghapus citra bonek, dengan bertindak
santun, sportif, kreatif dan damai namun “tour maut” ke surabaya, di sana
tidak mendapat respon positif dari bonek bahkan dilawan, diejek, dihina,
diprovokasi, tapi AREMANIA mendapat acungan jempol dari Agung Gumelar,
Gubernur Jatim dan petinggi PSSI yang had irsaat pembukaan pertama partai
persebaya vs Arema di 10 November surabaya dengan hasil 0-0. Disini sejarah
mencatat, bahwa kandang bonek yang terkenal biadab, pertama kali disinggahi
oleh supporter era baru AREMANIA. Meskipun secara kuantitas AREMANIA kalah,
namun secara kualitas, secara politik AREMANIA telah memenangkan perang
melawan kejaliman, 10 Nov surabaya menjadi saksi.
> Karena AREMANIA ingin merubah citra Jawa Timur dari tindakan tidak terpuji
bonek, hanya dengan merevolusi citra supporter maka kebenaran dapat
ditegakkan bonek akan dapat dimusnahkan dari bumi Indonesia. Prinsip Arek
Malang, untuk menghancurkan kejaliman tanpa kekerasan ialah dilawan dengan
tindakan sportif, maka AREMANIA mendatangi jantung bonek di surabaya sebagai
pusatnya.
> Pada pertandingan berikutnya di Malang ada spanduk “AREMANIA BUKAN BONEK”
dihead line surat kabar SURYA, BHIRAWA, JAWA POS. Disini tingkat permusuhan
terjadi pada titik tertinggi karena bonek tidak bisa selamanya berkuasa,
sebab ada lawan yang tidak dapat ditundukan. Meskipun demikian AREMANIA
tetap dicap sebagai biang keladi tawuran oleh Jawa Pos karena tindakanya
mempertahankan diri dari ulah bonek. Saat itu hanya AREMANIA satu-satunya
yang berani melawan kebiadaban bonek, meskipun secara politik di Jawa Timur
tidak didukung oleh pers terutama Jawa Pos, namun karena tindakan AREMANIA
yang terus-menerus melawan citra negatif bonek akhirnya perlawanan ini
mendapat dukungan dari media masa nasional (Kompas, Tempo, Media Indonesia).
Senin, 19 Maret 2012
Untukmu AREMANIA
Setengah musim telah terlewati
Juara bertahan salah satu motivasi
Dari diguncang ikut LPI
Sampai Papa yang beranjak pergi
Semua turut mewarnai
Tapi kami tetap di sini
Setia mendukung sepenuh hati
Tak pernah lelah menemani
Turut perih saat kau dicaci
Tetap rendah hati dengan pujian bertubi
Bangga punggawamu turut berkontribusi
Demi sebuah kejayaan negeri
Berbicara pada kancah yang lebih tinggi
Level Asia mari kita unjuk gigi
Saksikan Singo Edan mulai beraksi
Hal klasik tentang terlambat digaji
Kami tahu pemain punya keluarga untuk dihidupi
Tak cukup puas dengan sekedar janji
Terima kasih telah sabar menanti
Kami berdoa semoga tidak terjadi lagi
Kanjuruhan saksi kesetiaan kami
Merogoh kantong tiket terbeli
Bernyanyi dan bersorak tiada henti
Di luar sana jumlahnya lebih banyak lagi
Laga tandang tak surutkan dukungan ini
Ini dunia si kulit bundar
Seberapa tangguh lawan jangan kau gentar
Kebersamaan kita menumbuhkan rasa tegar
Menang membuat hati berbinar
Ketika kalah kami menatap nanar
Arema menjelma menjadi budaya
Lebih dari sekedar sepakbola
Tempat kami menggantungkan asa
Menumbuhkan semangat bergelora
Hati, jiwa, maupun raga
Pelopor klub mandiri
Jebolan Galatama yang “axis” hingga kini
Kiprahmu selalu dinanti
Dari dulu tak pernah berhenti
Jangan takut sendiri, tenang ada kami
Arema menjadi sumber inspirasi
Lihatlah spanduk terbentang di sana sini
Aremania tak lelah bernyanyi dan menari
Bahkan tercurah melalui beragam seni
Salah satunya karya ini
Sekaligus timbulnya motivasi
Memompa spirit tiada henti
Bukan sekedar klub, tapi juga jati diri
Tak berlebihan ini fakta dari kami
Pendukung yang loyal sampai mati
Selalu terselip doa untuk kejayaanmu
Bertabur harapan di sekelilingmu
Peluh berpadu air mata untukmu
Darah sekalipun kalau perlu
Betapa kami mencintaimu
Singo kami memang edan
Tapi patut menjadi teladan
Bagaimana gigih menjadi terdepan
Walau jalannya susah nian
Aremania selalu beri dukungan
Tak salah British Council tertarik
Pengakuan Arema memang apik
Punya Aremania yang fanatik
Selalu berusaha menjadi lebih baik
Mohon yang tak suka jangan mengusik
Tahun lalu Malang Raya kami birukan
Sejenak aktivitas rutin terabaikan
Gegap gempita sebuah perayaan
Wujud syukur sebuah kemenangan
Semoga terjadi lagi, kami harapkan
Bhumi Arema tempat lahir Aremania
Basis suporter kreatif bukan rahasia
Bila menang kami tertawa ria
Jika kalah bersikap ksatria
Ya, Arema dari Malang untuk Indonesia!
Salam Satu Jiwa, AREMA INDONESIA
Juara bertahan salah satu motivasi
Dari diguncang ikut LPI
Sampai Papa yang beranjak pergi
Semua turut mewarnai
Tapi kami tetap di sini
Setia mendukung sepenuh hati
Tak pernah lelah menemani
Turut perih saat kau dicaci
Tetap rendah hati dengan pujian bertubi
Bangga punggawamu turut berkontribusi
Demi sebuah kejayaan negeri
Berbicara pada kancah yang lebih tinggi
Level Asia mari kita unjuk gigi
Saksikan Singo Edan mulai beraksi
Hal klasik tentang terlambat digaji
Kami tahu pemain punya keluarga untuk dihidupi
Tak cukup puas dengan sekedar janji
Terima kasih telah sabar menanti
Kami berdoa semoga tidak terjadi lagi
Kanjuruhan saksi kesetiaan kami
Merogoh kantong tiket terbeli
Bernyanyi dan bersorak tiada henti
Di luar sana jumlahnya lebih banyak lagi
Laga tandang tak surutkan dukungan ini
Ini dunia si kulit bundar
Seberapa tangguh lawan jangan kau gentar
Kebersamaan kita menumbuhkan rasa tegar
Menang membuat hati berbinar
Ketika kalah kami menatap nanar
Arema menjelma menjadi budaya
Lebih dari sekedar sepakbola
Tempat kami menggantungkan asa
Menumbuhkan semangat bergelora
Hati, jiwa, maupun raga
Pelopor klub mandiri
Jebolan Galatama yang “axis” hingga kini
Kiprahmu selalu dinanti
Dari dulu tak pernah berhenti
Jangan takut sendiri, tenang ada kami
Arema menjadi sumber inspirasi
Lihatlah spanduk terbentang di sana sini
Aremania tak lelah bernyanyi dan menari
Bahkan tercurah melalui beragam seni
Salah satunya karya ini
Sekaligus timbulnya motivasi
Memompa spirit tiada henti
Bukan sekedar klub, tapi juga jati diri
Tak berlebihan ini fakta dari kami
Pendukung yang loyal sampai mati
Selalu terselip doa untuk kejayaanmu
Bertabur harapan di sekelilingmu
Peluh berpadu air mata untukmu
Darah sekalipun kalau perlu
Betapa kami mencintaimu
Singo kami memang edan
Tapi patut menjadi teladan
Bagaimana gigih menjadi terdepan
Walau jalannya susah nian
Aremania selalu beri dukungan
Tak salah British Council tertarik
Pengakuan Arema memang apik
Punya Aremania yang fanatik
Selalu berusaha menjadi lebih baik
Mohon yang tak suka jangan mengusik
Tahun lalu Malang Raya kami birukan
Sejenak aktivitas rutin terabaikan
Gegap gempita sebuah perayaan
Wujud syukur sebuah kemenangan
Semoga terjadi lagi, kami harapkan
Bhumi Arema tempat lahir Aremania
Basis suporter kreatif bukan rahasia
Bila menang kami tertawa ria
Jika kalah bersikap ksatria
Ya, Arema dari Malang untuk Indonesia!
Salam Satu Jiwa, AREMA INDONESIA
Kami AREMANIA Sudah Dewasa !!!
TIDAK ADA YANG SUKA KAMI, KAMI TIDAK PEDULI.
KAMI SUPPORTER BUKAN ANAK MAMI.
SIAPA YANG MENEBAR ANGIN AKAN MENUAI BADAI.
KALIAN JUAL KAMI PASTI BELI.
KALIAN CACI KAMI GAK PEDULI.
KAMI KALAH KALIAN TERTAWA.
KAMI MENANG KALIAN FITNAH TANPA FAKTA.
KAMI TERIMA DENGAN LAPANG DADA.
KAMI YAKIN SEMUA PERBUATAN ADA KARMANYA.
BIARLAH MEREKA BICARA KITA BALAS DENGAN TERTAWA.
BIARKAN MEREKA MEMFITNAH KITA DOAKAN SAJA MEREKA CEPAT BERUBAH.
BIARKAN MEREKA MEMBUAT BERITA KITA BACA SAJA.
BIARKAN MEREKA MENYUDUTKAN KITA ANGGAP SAJA MEREKA BERCANDA DENGAN KITA.
SEMUA YANG MEREKA LAKUKAN PASTI DAPAT BALASAN KITA DOAKAN YANG TERBAIK SAJA UNTUK MEREKA.
KAMI AKAN TETAP MENDUKUNG AREMA SAMPAI KAPANPUN DAN DIMANAPUN.KARENA KAMI AREMANIA
SALAM SATU JIWA
Langganan:
Postingan (Atom)

